Tampilkan postingan dengan label Laksamana Malahayati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Laksamana Malahayati. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 September 2017

Paket Wisata Halal Banda Aceh 4 Hari 3 Malam (4D3N) Tsunami Tour+Sejarah+Religi New!!!



Menu di Restorant Rumoh Aceh

Rumoh Aceh

Lounge Ayani Hotel 3*
View Gua Sarang

Mesjid Raya Baiturrahman di malam hari

pantai sumur tiga di sabang

Makan siang di pantai lampuuk banda aceh dengan menu ikan bakar

 ITINERI (program Tour)

HARI PERTAMA:  AIRPORT - BANDA ACEH - HOTEL 

Jam 4.45 petang pesawat dijangka mendarat di Lapangan Terbang  Sultan Iskandar Muda. Terus memulakan perjalanan ke Pusat Banda Acheh, singgah di Kuburan Massal Tsunami di Siron (15 ~ 30 minit). Teruskan perjalanan ke Banda Acheh untuk check-in Hotel (boleh Request) dan simpan bagasi.

Jam 6.30 petang ke Masjid Raya Baiturrahman untuk solat jamak maghrib dan isyak (dan group foto waktu malam).  Lepas solat ke restoran tempatan untuk makan malam. Kemudian balik hotel dan acara bebas.

HARI KEDUA: BANDA ACEH – ULEE LHEUE -  LAMPUUK 

Jam 8.30 pagi (selepas sarapan di hotel), pergi ke Muzium Tsunami (1 ~ 2 jam). Keluar muzium terus ke Kapal Apong PLTD (30 min ~1 jam). Selesai menuju ke Ulee Lheue singgah di  Kuburan Massal Ulee Lheue (15 ~ 30 min.)  dan Escape Building di Ulee Uheue (15 ~ 30 min). Kemudian ke Masjid Baiturrahim Ulee Lheue (15 ~ 30 min) untuk solat jamak zuhur/asar.

Jam 1.00 tengah hari ke Sea Food Restaurant/Grand Sea Food Restorant di Ulee Lheue untuk makan tengah hari (30 min ~ 1 jam).

Jam 2.30 petang terus menuju ke Lhok Nga singgah di  Rumah Cut Nyak Dhien (15 ~ 30 min), kemudian ke Pantai Lampuuk (15 ~ 30 min) dan ke Masjid Rahmatullah (15 ~ 30 min). Selesai langsung balik ke hotel untuk istirehat.

Jam 6.15 petang ke Masjid Raya Baiturrahman untuk solat maghrib berjemaah dan jamak isyak. Lepas solat, langsung ke restoran local untuk makan malam. Kemudian balik hotel dan acara bebas.



HARI KETIGA:  BANDA ACHEH–DESA LUMPULO–BANDA ACEH

Jam 8.30 pagi (selepas sarapan di hotel), memulakan lawatan ke Muzium Acheh (15 ~ 30 min), Rumah Traditional Acheh (15 ~ 30 min), Loceng Laksamana Cheng Ho (10 ~ 20 min). Kemudian ziarah ke Makam Sultan Iskandar Muda (10 ~ 20 min). Seterusnya ke Taman Putroe Phang (15 ~ 30 min), melihat Gunongan (10 ~ 20 min). Teruskan lawatan ke Kuburan Belanda Kerkhof  dan Makam Meurah Pupok (15 ~ 30 min). Kemudian ke Masjid Teuku Umar (15 ~ 30  min) untuk solat jamak zuhur dan asar.

Jam 1.00 tengah hari ke restoran local untuk makan tengah hari (30 min ~ 1 jam).

Jam 2.00 petang terus menuju ke  Desa Lumpulo untuk melihat Kapal Atas Rumah (15 ~ 30 min) kemudian ke Makam Syiah Kuala (15 ~ 30 min). Bergerak balik melalui Taman Shultanah Shafiatuddin (masuk dan lalu sahaja). Kemudian ke  Universiti Syiah Kuala (masuk dan lalu sahaja). Selesai, balik ke Banda Acheh, shopping / beli belah di Banda Acheh, kemudian balik hotel untuk istirehat.

Jam 6.15 petang ke Masjid Raya Baiturrahman untuk solat maghrib berjemaah. Lepas solat, langsung ke restoran local untuk makan malam (kuliner Aceh,Mie Aceh atau Sate Matang). Kemudian balik hotel dan acara bebas.


HARI KE EMPAT: BANDA ACEH - AIRPORT

Jam 8.30 pagi (selepas sarapan di hotel) check-out Hotel (boleh request) dan terus memulakan lawatan ke Lapangan Blang Padang untuk melihat Tugu Peringatan Tsunami, (10 ~ 20 min),  Menara Amaran Tsunami (10 ~ 20 min), 54 Monumen Ucapan Terima Kasih (10 ~ 20 min) dan Monumen Pesawat Dakota DC-3 RI-00 (10 ~ 20 min). shopping di Banda Aceh,

Jam 12.30 tengah hari ke Masjid Raya Baiturrahman untuk solat jamak zuhur/asar dan group foto waktu siang di Masjid Raya Baiturrahman.

Jam 1.30 petang ke restoran local untuk makan tengah hari.

Jam 3.00 petang langsung ke Lapangan Terbang Iskandar Muda untuk penerbangan balik ke Malaysia. Pesawat di jangka berlepas jam 5.10 petang.

Harga Tour :
trip untuk 8 orang adalah IDR 8.400.000 (@IDR 1.050.000/pax )

 Pakej termasuk :
1. Transportasi ELF 13-17 seat+driver+petrol sepanjang hari
2. 3x makan tengah hari 3x makan malam
3. Pemandu Wisata
4. Tiket masuk Objek wisata selama perjalanan
5. Parking+Mineral water

Pakej tidak termasuk:
1. Tiket Penerbangan (pesawat)
2. Asuransi perjalanan
3. Pengeluaran pribadi
4. Tour tambahan
5. Tip Driver
6. Hotel (Boleh Request)

note:
Cadangan Itinary boleh diajukan dan akan disesuaikan dengan jadwal penerbangan para peserta tour
Setelah booking pakej disarankan membayar deposit 30%
Pelunasan Boleh 3 Hari sebelum ke Aceh atau boleh ketika tiba di Aceh

Bukti Deposit dan pelunasan uang saya kirimkan Screenshot ke No.HP/WA

dan Email.


Penting:

Apabila terjadi pembatalan dari peserta tour Deposit dan Pelunasan dikembalikan secara penuh kecuali bila pihak Hotel,Transportasi telah memotong uang panjar (DP) saat pembatalan maka kami akan mengembalikan sisa Deposit dan Pelunasan sesuai Prinsip/kaidah Fiqih Muamalah Syari’at Islam.

 
Peserta diatas dan dibawah 8 orang silahkan hubungi kami Hp /Wa +6285277753999 dan +6285277291989 Pin BBM 2B1E4084

Terimakasih
 

Senin, 21 Maret 2016

Mesjid Raya Baiturrahman,Tsunami Dan Kisah Heroik pejuang Aceh

mesjid raya baiturrahman dengan 1 kubah (wikipedia)


Asalamu'alaikum warahmatullah...

Tepat dijantung Kota Banda Aceh berdiri megah Mesjid kebanggaan masyarakat Aceh yaitu Mesjid Raya Baiturrahman, setiap kita melintasi jalan protokol Banda Aceh pasti mata kita akan melihat bagaimana Mesjid ini telah membuat sejarah yang panjang sejak didirikan sampai dengan saat ini, kita pasti bertanya apa sih yang bisa membuat Mesjid ini sangat populer di mata masyarakat Aceh pada khususnya dan masyarakat dunia pada umumnya?, banyak yang berujar bila kita telah menginjakkan kaki di Bumo Seuramo Mekkah (bumi serambi Mekkah) tapi belum masuk ke dalam kompleks mesjid belum sah kita ke Aceh. terlalu berlebihan?? tidak juga, tapi begitulah kenyataannya.

Mesjid Raya Baiturrahman adalah mesjid yang di bangun pada masa Kesultanan Aceh oleh Sultan Iskandar Muda Meukuta Alam pada tahun 1612 M. Pada masa Kesultanan Aceh Darussalam, selain Masjidil Haram di Kota Mekkah, Mesjid Raya Baiturrahman juga menjadi pusat pembelajaran agama islam. Dahulu bentuk Mesjid Raya Baiturrahman tidak menyerupai kubah seperti saat ini, tapi berbentuk seperti piramida yang mengerucut yang bertingkat seperti Mesjid Tuha (lama) yang kini seperti yang terdapat di Mesjid Indrapuri.

Pada tanggal 18 Maret 1873 Kerajaan Belanda menyatakan perang kepada kesultanan Aceh. Pada 5 April 1873, Belanda mendarat di pantai Ceureumen (ulee Lheu sekarang) dibawah pimpinan Jenderal Johan Harmen Rudolf Kohler (JHR Kohler) dan langsung bisa menguasai Mesjid Raya Baiturrahman. Namun peperangan pertama ini dimenangkan oleh pihak Kesultanan Aceh. Yang mana dalam pertempuran tersebut Jenderal JHR Kohler tewas tertembak oleh senapan pejuang dari Kesultanan Aceh yamg kemudian diabadikan dalam monumen kecil dibawah pohon ketapang di sebelah utara pintu masuk Mesjid. Dan kini makam Jenderal JHR Kohler terletak di pemakaman umum serdadu Belanda di Pocut Kherkhoff tepat didepan Gunongan Putroe Phang.

Monumen tempat JHR Kohler tewas (wikipedia)
Mesjid Raya Baiturrahman terbakar habis pada saat agresi militer Belanda II pada tanggal 10 April 1873 yang dipimpin oleh Jenderal Van Switen. Tindakan pembakaran Mesjid Raya Baiturrahman oleh Belanda membuat masyarakat Aceh murka dan melakukan perlawanan yang semakin hebat dari Kesultanan Aceh untuk mengusir Belanda. Empat tahun setelah Mesjid Raya Baiturrahman terbakar pada pertengahan Maret 1877 dengan mengulangi janji Jenderal Van Swieten dan sebagai permintaan maaf juga meredam kemarahan rakyat Aceh maka gebernur jenderal Van Lansberge menyatakan akan membangun kembali mesjid Raya Baiturrahman yang terbakar itu.

Tepat pada tanggal 9 Oktober 1879 diletakkan batu pertama pembangunan Mesjid Raya Baiturrahman oleh Tengku Qhadi Malikul Adil. Mesjid Raya Baiturrahman selesai dibangun pada tahun 1299 H dengan hanya memiliki satu kubah. Sewaktu Belanda membangun Mesjid, bentuknya berubah total, karena bentuk mesjid tidak lazim dan tidak pernah ada di Aceh. Kubahnya tidak lagi berbentuk piramida yang bertingkat tapi membulat ditengah dan runcing di atas seperti bawang. Puncaknya di hiasi bola kecil dari logam dan runcing di pucuknya. Di pangkal kubah, ada teras kecil dikelilingi pagar besi bermotif. Belanda menghabiskan uang sekitar 200.000 Gulden untuk membangun mesjid ini. Inilah proyek Belanda berbiaya tinggi di Aceh. Hampir seluruh bahan bangunan didatangkan dari luar Aceh demi memuluskan tujuan merebut hati orang Aceh pemerintah Belanda tetap memperioritaskan pembangunan mesjid. Bahan bangunan yang dipakai didatangkan dari sejumlah negara. Batu bata dari Belanda, kayu jati dari Burma (nyanmar), marmer dari Cina, besi untuk jeruji jendela dan pagar teras kubah didatangkan dari Belgia dan Surabaya, genteng keramik dibawa dari Palembang.
masyarakat Aceh didepan mesjid raya (wikipedia)
Dari masa kemasa mesjid ini telah berkembang pesat baik dari segi arsitektur maupun kegiiatan kemasyarakatan. Mesjid Raya Baiturrahman sekarang mempunyai 7 kubah, 4 menara dan 1 menara induk (tugu modal) diatas lahan seluas +- 4 hektar. Pada bencana tsunami 26 Desember 2004 mesjid menjadi tempat berlindung dari masyarakat yang lari menyelamatkan diri dari bencana dan menjadi saksi bahwa kedahsyatan tsunami tidak berdampak parah terhadap mesjid ini, air yang masuk ke area mesjid bukanlah air bah yang bergulung-gulung tapi air mengalir dan tenang, mashaallah.

Sebagai tempat yang bersejarah dan memiliki nilai seni yang tinggi, Mesjid Raya Baiturahman menjadi objek wisata religi yang mampu membuat wisatawan baik dalam dan luar negeri berdecak kagum akan sejarah dan nilai seni arsitekturnya yang tinggi. Dengan segala keindahan dan sejarahnya itulah Mesjid Raya baiturrahman berhasil menarik perhatian dunia. Huffington Post, media online yang berkantor di Amerika Serikat, memasukkannya dalam daftar 100 mesjid mengagumkan di dunia. Sementara raksasa internet Yahoo menempatkannya di urutan 10 mesjid besar terindah dunia.

Harapan saya mungkin kita juga semua, mudah-mudahan Mesjid kebanggaan kita ini tidak pernah dilupakan dari sisi historis dan keagamaannya, marilah kita jaga bersama-sama dan wariskanlah cerita kepada anak cucu kita tentang kebanggaan kita akan mesjid ini.

Wasalamu'alaikum warahmatullah...

sumber :Wikipedia & Majalah the Atjeh


Sabtu, 19 Maret 2016

Pantai Pasir Putih Lhokmee Mutiara Tersembunyi Di Balik Bukit Suharto Lamreeh A. Besar

Asalamu'alaikum warahmatullah....

Pukul masih menunjukkan 9.00 WIB, tapi sinar matahari cukup membuat kulit terasa agak panas, di hari Minggu ini saya berencana untuk menuju ke Pantai Pasir Putih  berada di Mukim (kecamatan) Krueng Raya, jaraknya lumayan jauh sekitar 30 KM dari tempat kediaman. Di sepanjang perjalanan banyak juga kita lewati objek wisata lain seperti Pantai Ujung Batee yang terkenal dengan pantai pasir hitam dan pohon pinus yang berjejer rapi. Musibah tsunami tidak memberikan dampak yang berarti bagi pantai ini. Setelah pantai ini beberapa kilometer kedepan juga terdapat Benteng Indrapatra yang sejarahnya sudah saya tulis di artikel sebelumnya.

Jalan menuju ke Pantai Lhokmee ini disuguhi pemandangan yang tidak kalah menariknya, di sepanjang jalan yang naik dan menuruni bukit dan berkelok-kelok cukup membuat kita terasa betul-betul di perkampungan yang masih asri, jauh dari hiruk-pikuk yang sehari-hari kita dapatkan bila kita hidup di kota besar. Penduduk disini pun ramah-ramah terhadap pendatang, senyum selalu menghiasi wajah mareka bila kita menegur dan berpapasan dengan mareka, tidak ada pandangan curiga atau tidak nyaman di wajah mareka. Di kiri kanan menuju pantai terlihat pohon boh jambee kleeng, anggur hitam (jamblang) dan sebutan lainnya sewaktu masih kanak-kanak dulu berjejer rapi dan ternak-ternak penduduk yang dilepaskan begitu saja menambah keasrian daerah ini. Mashaallah...

Sampai ditempat tujuan Pantai Pasir Putih Lhokmee kita hanya membayar 5 ribu perorang untuk biaya masuk kita sudah disuguhi bau dan angin khas pantai. Pantai dihari libur banyak dikunjungi oleh masyarakat, kebanyakan mareka dari kota dan ada juga dari luar kota, disini juga disediakan pondok-pondok untuk duduk dan beristirahat dan juga Mushalla kecil untuk sholat bagi para pengunjung. Disini disediakan kelapa muda dan makanan-makanan kecil tidak ada restoran bak pantai iboih atau pantai Lampuuk dengan ikan bakarnya. Biasanya para pengunjung membawa sendiri perbekalan untuk makan siang disini, mareka sudah maklum akan kondisi disini.

Pantai pasir putih  Lhokmee ini adalah salah satu pantai pasir putih di kabupaten Aceh Besar selain pantai Lampuuk, pantai Lhoknga dan pantai lainnya. Kalau panas terik dan keadaan air laut pasang terlihat pasir yang putih bersih berkilau bak mutiara  dan air lautnya dengan ombak kecil tenang ditambah lagi dengan warna air laut yang bening menjadikan kapal perahu nelayan seperti mengambang diatas udara, warna air laut yang hijau tosca dipinggirnya ke depan sedikit berwarna biru muda dan jauh kepantai warna biru tua menjadikan pantai ini tidak kalah dengan pantai-pantai lainnya di Indonesia. Yang unik dipantai ini terdapat pohon yang tumbuh di dalam air asin laut yang menjulang tinggi, kalau air lagi surut akan nampak akarnya dan bila pasang akarnya dan pohon setengah nampak di permukaan air laut. Pantai Lhokmee ini bertipe pantai karang yang terlihat dikala air surut, maka para pengunjung musti berhati-hati jika berjalan ke dalam pantai. Pantai Lhokmee juga memiliki garis pantai yang panjang yang membuat pantai ini semakin indah.

Daerah ini setelah musibah tsunami sektor pariwisata menunjukkan kemajuan ini ditandai dengan intensitas  kenderaan baik roda 4 maupun roda 2 yang memadati jalan menuju objek wisata didaerah ini. Semoga dengan kerjasama permerintah daerah dan penduduk setempat bisa mewujudkan wisata yang madani sebagai tujuan kita bersama,

Wasalamu'alaikum warahmatullah...





Kamis, 17 Maret 2016

Paket Tour Aceh 5 Hari / 4 Malam Banda Aceh (5D4N) + Pulau Weh Stunami Tour


Intro : 2 malam Banda Aceh 2 malam Pulau Weh

Program Tour 'paket kelas standard'

Hari 01

1.  Para tamu tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda Aceh Besar

2.  Para tamu akan disambut dari perwakilan Napakat Tour

3.  Dalam perjalanan para tamu singgah di kuburan massal stunami di Desa Siron Lambaro

4.  Para tamu sarapan siang di Restoran lokal setempat

5.  Setelah sarapan para tamu diajak mengunjugi Musium Aceh dan Rumoh Aceh

6.  Dari Rumoh Aceh para tamu akan ke taman Putroe Phang dan Gunongan

7.  Para tamu berkesempatan mengunjungi Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

8.  Para tamu chek-in di Hotel dan beristirahat

9.  Para tamu sarapan malam di Restoran terdekat

10.  Acara bebas

Hari 02

1.  Para tamu setelah sarapan pagi dan chek-out dari Hotel langsung menuju pelabuhan Ulee Lheu

2.  Para tamu menyeberang ke Pulau Weh dengan kapal cepat Express Bahari

3.  Sesampai di Pelabuhan Balohan Sabang para tamu akan mengunjungi Pantai Sumur Tiga

4.  Setelah dari Sumur Tiga para tamu akan dibawa ke bunker jepang dan Pantai Anoi Itam

5.  Dari Pantai Anoi Itam para tamu dipersilahkan sarapan siang di Restoran lokal setempat

6.  Setelah sarapan para tamu akan melanjutkan wisata ke air terjun Pria Laot di Ds.Sukajadi

7.  Para tamu di persilahkan menuju Hotel untuk chek-in dan beristirahat

8.  Para tamu sarapan malam di Restoran setempat

9.  Acara bebas

Hari 03

1.  Para tamu setelah sarapan pagi langsung menuju ke titik NOL kilometer dan berfoto bersama

2.  Dari NOL kilometer para tamu akan dibawa ke Pantai Iboih yang indah

3.  Di Pantai Iboih para tamu menyeberang dan mengelilngi Pulau rubiah dengan Glass Bottom Boat

4.  Di Pulau Rubiah para tamu bebas snorkling dan diving

5.  Para Tamu sarapan siang di Salsa Resto Rubiah yang menampilkan menu sate Gurita yang lezat

6.  Para tamu berkesmpatan makan rujak Aceh dan melihat view P. Klah dari atas

7.  Para tamu bisa berfoto bersama di I love you sabang

8.  Para tamu ke Sabang Fair untuk melihat sunset yang indah

9.  Para tamu berkesempatan membeli oleh-oleh khas sabang di Kota Sabang

10.  Para tamu chek-in ke Hotel dan beristirahat

11.  Para tamu makan malam di Restoran setempat

12.  Acara bebas

Hari 4

1.  Setelah sarapan pagi dan chek-out dari hotel para tamu menuju ke pelabuhan Balohan Sabang

2.  Sara tamu menyeberang ke Banda Aceh dengan kapal Exprees Bahari

3.  Setelah sampai di Ulee Lheu para tamu bisa Melihat Mesjid Baiturrahim yang kokoh

4.  Menuju ke kuburan massal di Ulee Lheu dan ke situs stunami Kapal PLTD Apung

5.  Para Tamu menuju ke Musium Stunami Aceh dan melihat meonumen Pesawat Dakota RI-001

6.  Para tamu sarapan siang di Restoran lokal

7.  Setelah sarapan para tamu diajak untuk melihat Kapal diatas rumah di Lampulo

8.  Para tamu berkesempatan untuk berbelanja sovenir khas Aceh di Pasar Aceh

9.  Para tamu chek-in di Hotel dan beristirahat

10.  Para tamu sarapan malam di Restoran terdekat

11.  Acara bebas

Hari 05

1.  Setelah sarapan pagi dan chek-out dari Hotel para tamu akan menuju ke rumah Cut Nyak Dhien

2.  Para tamu juga berkesmpatan membeli penganan khas daerah Aceh di Ds. Lampisang

3.  Para tamu diantar ke Bandara SIM untuk kembali ke negara dan daerah tujuan

4.  Tour selesai dan terimakasih telah mempercayakan tour anda kepada Napakat Tour

Harga Tour

1.  Untuk 10 orang (perorang) @ Rp 2.298.500 / @ RM 679.

2.  Untuk 20 orang (perorang) @ Rp 2.277.000 / @ RM 672

3.  Untuk 30 orang (perorang) @ Rp 2.093.000 / @ RM 618

Harga termasuk

1.  Transportasi AC ELF 12 seat/Bus 25 seat/Bus 40 seat + Supir + BBM

2.  Pemandu wisata

3.  Penginapan di Hotel 4 malam

4.  Sarapan pagi 4x sarapan siang 4x sarapan malam 4x

5.  Tiket masuk objek wisata dan Parkir

6.  Tiket kapal cepat Express Bahari pulang-pergi (PP)

7.  Glass Bottom Boat di Pantai Iboih

8.  Air mineral

Harga tidak termasuk

1.  Tiket Pesawat

2.  Tip untuk pengemudi (driver)

3.  Asuransi perjalanan

4.  Biaya pribadi

5.  Alat snorkling

6.  Tour tambahan

note : Setelah booking paket disarankan untuk membayar deposit sebesar 30%
Peserta dibawah dan diatas 10 orang silahkan hubungi kami Hp /Wa +6285277753999 dan +6285277291989 Pin BB 2B1E4084 Email : napakattour@gmail.com

Selasa, 15 Maret 2016

Paket Tour Aceh 3 Hari / 2 Malam (3D2N) Banda Aceh Stunami Tour


Program Tour 

Hari 01

1.  Para tamu tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Banda Aceh

2.  Para tamu akan disambut oleh perwakilan dari Napakat Tour

3.  Para tamu singgah di kuburan massal (mass grave) di Desa Siron, Lambaro

4.  Para tamu menuju ke Restoran lokal setempat untuk makan siang

5.  Setelah makan siang para tamu akan mengunjungi Musium Aceh dan Rumoh Aceh

6.  Mengunjungi Taman Putroe Phang dan Gunongan yang dibangun oleh Sultan Iskandar Muda

7.  Sore hari para tamu  Chek-in di Hotel sekalian istirahat

8.  Para tamu makan malam di Restoran lokal setempat

9.  Acara bebas

Hari 02

1.  Setelah makan pagi di Hotel para tamu akan mengunjungi Mesium Stunami Aceh

2.  Para tamu akan masuk ke lapangan Blang Padang dan melihat Pesawat Seulawah Dakota 001

3.  Para tamu selanjutnya ke Kapal PLTD Apung di Desa Wisata Punge Blang Cut Banda Aceh

4.  Tiba waktunya makan siang para tamu dipersilakan ke Restoran lokal setempat

5.  Setelah makan siang para tamu akan ke Lampulo lihat Kapal di atas rumah

6.  Para tamu pergi kepasar Aceh untuk berbelanja barang dan sovenier khas Aceh

7.  Sore hari para tamu menuju kembali ke Hotel untuk chek-in dan istirahat

8.  Para tamu makan Malam di Restoran setempat

9.  Acara bebas

Hari 03

1.  Setelah sarapan pagi para tamu chek out dari hotel

2.  Para tamu berkesempatan menuju ke Mesjid Raya Baiturrahman dijantung Kota Banda Aceh

3.  Para tamu berbelanja penganan makanan di Desa Lampisang

4.  Setelah selesai para tamu akan diantar menuju kebandara SIM untuk keberangkatan

5.  Tour selesai dan terimakasih sudah mempercayakan perjalanan anda kepada Napakat Tour

Harga Tour

1.  Untuk 10 orang (perorang) @ Rp 1.189.500 / @ RM 351

2.  Untuk 20 orang (perorang) @ Rp 1.169.500 / @ RM 345

3.  Untuk 30 orang (perorang) @ Rp 1.076.000 / @ RM 317

Harga tour termasuk

1.  Transportasi AC ELF 12 set / Bus 25 set / Bus 40 set + BBM + Supir

2.  Pemandu Wisata

3.  Penginapan di Hotel 2 malam

4.  2x sarapan pagi, 2x sarapan siang dan 2x sarapan malam

5.  Tiket masuk ke objek wisata, parkir dan air mineral

Harga tour tidak termasuk

1.  Tiket pesawat

2.  Tip untuk driver

3.  Asuransi perjalanan, biaya pribadi dan tour tambahan

note ; Setelah booking paket disarankan untuk membayar deposit sebesar 30%

Peserta dibawah dan diatas 10 orang silahkan hubungi kami Hp /Wa +6285277753999 dan +6285277291989 Pin BBM 2B1E4084 Email : napakattour@gmail.com



Laksamana Malahayati Panglima Wanita Pertama Dunia Dari Aceh

Asalamu'alaikum Warahmatullah...

Sebelum era Cut Mutia, Cut Nyak Dhien menggema di Aceh karena kegigihan mareka dalam bertempur dengan Bangsa Belanda telah muncul nama seorang Panglima perang wanita pertama di dunia yaitu Laksamana Malahayati yang bertempur dengan Bangsa Portugis. Laksamana Malahayati adalah salah seorang perempuan pejuang yang berasal dari Kesultanan Aceh. Nama aslinya adalah Keumalahayati. Ayah Keumalahayati bernama Laksamana Mahmud Syah. Kakeknya dari garis ayahnya adalah Laksamana Muhammad Said Syah putra dari Sultan Salahuddin Syah yang memerintah sekitar tahun 1530-1539 M. Adapun Sultan Salahuddin Syah adalah putra dari Sultan Ibrahim Ali Mughayat Syah (1513-1530 M), yang merupakan pendiri Kerajaan Aceh Darussalam.

Laksamana Malahayati versi lukisan
Pada tahun 1585-1604, memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV. Keumalahayati meminta kepada Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syiah IV untuk dibuatkan benteng Pertahanan diteluk atau atau salahsatu pintu masuk kedalam Kesultanan Kerajaan Aceh, permintaan ini dikabulkan oleh Sultan dan dibangunlah sebuah benteng yang diberi nama Benteng Inong Balee (janda-janda para pahlawan yang telah syahid). Sampai kini masih nampak peninggalan benteng tersebut di Desa Lamreh Aceh Besar

Benteng Inong Balee
Malahayati memimpin 2.000 orang pasukan Inong Balee (janda-janda pahlawan yang telah syahid) berperang melawan kapal-kapal dan benteng-benteng Belanda tanggal 11 September 1599 sekaligus membunuh Cornelis de Houtman dalam pertempuran satu lawan satu di geladak kapal, dan mendapat gelar Laksamana untuk keberaniannya ini, sehingga ia kemudian lebih dikenal dengan nama Laksamana Malahayati. Laksamana Malahayati dikebumikan di kecamatan Krueng Raya dan makamnya sering dikunjungi baik dari pelajar, mahasiswa, masyarakat umum juga angkatan laut Indonesia yang juga sebagai perhormatan kepada beliau di pakailah nama Laksamana untuk para perwira angkatan laut Indonesia.

Wasalamu'alaikum Warahmatullah...
Tangga menuju makam Laksamana Malahayati

Makam Laksamana Malahayati di Krueng Raya